English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Showing posts with label PSSI. Show all posts
Showing posts with label PSSI. Show all posts

Monday, May 23, 2011

Agum: Pernyataan Panas Sulitkan KN Lobi FIFA

Agum dan KN saat ini sedang membuat laporan untuk disampaikan ke FIFA.


Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, meminta kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang "memanaskan" suasana, pasca pelaksanaan Kongres PSSI yang berakhir tanpa hasil.

Menurut Agum, pernyataan yang provokatif malah akan mempersulit Komite Normalisasi (KN) dalam upaya memperbaiki keadaan. Dan ini akan menyulitkan KN melobi FIFA.

"Saya banyak mendengar statemen yang mengatakan jangan terlalu bergantung kepada FIFA. Janganlah, itu akan memperberat tugas saya di sana (Zurich)," kata Agum dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Senin, 23 Mei 2011.
Sebabnya, ia mengimbau, bila tidak bisa membuat suasana yang menyejukkan, jangan membuat statement yang membuat makin panas suasana.

Apalagi, Agum mengaku, saat ini bersama anggota Komite Normalisasi lainnya sedang menyusun laporan lengkap untuk disampaikan langsung kepada FIFA.

"Saya sedang merampungkan laporan yang akan sampaikan langsung ke markas FIFA. Diharapkan ini akan menjadi pertimbangan FIFA," tutur Agum.

Dan ini, yang akan diperjuangkan, meski sangat berat pastinya. "Karenanya, ketika kami berjuang untuk itu, kami berharap masyarakat turut serta menciptakan suasana kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang akan merusak upaya kami," harap Agum.

Namun, jika sanksi FIFA tidak bisa dihindari, Agum bersama KN tetap akan berusaha dan berupaya agar sanksi tidak terlalu berat. "Harapan seperti inilah yang dibawa ke Zurich," tuturnya.

Kata Agum, upaya ini penting, bila mengingat perasaan para atlet yang saat ini berjuang untuk menjadi juara dalam Sea Games. Dan perasaan Persipura dan Sriwijaya yang sudah lolos babak 16 besar AFC Cup akan sangat disayangkan bila FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi. (eh)

read more...

Merasa Dihina, Wartawan Demo Anggota K-78

"Kami mengecam sikap Syahril Taher yang mengatakan, 'wartawan goblok'." 


Sedikitnya 100 wartawan olahraga menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin sore, 23 Mei 2011. Dalam aksi protes ini, mereka mengecam sikap salah satu anggota Kelompok 78 yang juga Ketua Umum Persiba Balikpapan, Syahril Taher, yang mereka nilai telah melecehkan profesi wartawan.

"Kami mengecam sikap Syahril Taher yang mengatakan, 'wartawan goblok.' Kami pun meminta Syahril Taher meminta maaf secara terbuka kepada wartawan," ujar salah satu jurnalis, Ali Mahrus, dalam orasinya.

Laku Syahril yang memicu kemarahan wartawan terjadi ketika Kelompok 78 menggelar jumpa pers di Golden Ballroom Hotel Sultan usai kongres dihentikannya pada Jumat malam, 20 Mei 2011. Saat itu, Kelompok 78 yang diwakili Yunus Nusi dihujani pertanyaan oleh para wartawan yang mempertanyakan sikap ngotot mereka mengegolkan pasangan George Tosisutta-Arifin Panigoro.

Di tengah berlangsungnya jumpa pers, menurut para wartawan itu, Syahril yang berada di belakang kerumunan, meneriakkan kata-kata tidak mengenakkan bagi para juru warta. "Buruan udah malam, udah capek, nih. Dasar wartawan goblok!" begitu Syahril berteriak-teriak mengejek, sebagaimana ditirukan Doni, seorang saksi mata yang juga seorang wartawan.
read more...

Friday, May 20, 2011

Perwakilan FIFA Sudah Hadir di Kongres PSSI

Dua utusan FIFA ini tiba pukul 13.30 dengan menumpangi mobil Alphard Silver. 


Kongres PSSI dihadiri perwakilan FIFA sebagai tanda izin dan pengesahan oleh Federasi Sepakbola Dunia itu. Perwakilan FIFA juga telah hadir di Hotel Sultan, lokasi Kongres.

Kali ini, FIFA diwakili Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi, Thierry Regenass dan Anggota Komite Asosiasi, Frank Van Hattum. Dua utusan FIFA ini tiba pukul 13.30 dengan menumpangi mobil Alphard Silver. 

Tanpa berkomentar, Regenass dan Van Hattum langsung bergegas masuk ruang Golden Ballroom, Hotel Sultan, tempat di mana Kongres PSSI yang dibuka pukul 14.00 WIB. Satu rekan perwakilan FIFA ini juga ikut masuk. Kehadiran Thierry untuk memantau jalannnya Kongres PSSI, sebagai saksi hidup jalannya pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua dan Komite Eksekutif PSSI ini sesuai instruksi FIFA. Sekaligus agar tidak ada pihak lain yang akan mempertanyakan hasil kongres nantinya.

Selain perwakilan FIFA, Komite Normalisasi (KN) juga mengagendakan mengundang perwakilan AFC. Tapi, wakil AFC belum tampak.

Sementara itu, aparat kepolisian telah bersiaga melakukan pengamanan sejak pagi di pintu masuk ruang Kongres. Selain dilengkapi Metal Detector di pintu masuk, aparat juga melakukan pemeriksaan kelengkapan berupa ID tanda pengenal kepada setiap peserta yang akan masuk ke ruang Kongres.
read more...

Agum Datang di Kongres dengan 6 Pengawal

Selain Agum, tampak pula wakilnya di KN, Joko Driyono. 


Ketua Komite Normalisasi (KN), Agum Gumelar sudah tiba di lokasi Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat 20 Mei 2011. Agum datang didampingi enam pengawal yang terbagi dalam dua mobil.

Dua pengawal berada dalam satu mobil bernomor polisi B 55 KY yang ditumpangi Agum. Sedangkan empat pengawal lagi berada di mobil berbeda, namun ikut turun berbarengan dengan Agum di pintu Hotel.

Tak ada pernyataan apa pun yang keluar dari mulut Agum. Dia hanya tersenyum kepada wartawan yang sudah menantinya di depan Golden Ballroom yang menjadi tempat penyelenggaraan Kongres.

Selain Agum, tampak pula wakilnya di KN, Joko Driyono. Sama seperti Agum, Joko juga enggan menjawab pertanyaan wartawan dan langsung menuju ruangan tempat Kongres. Sebelumnya, calon anggota Komite Eksekutif PSSI juga sudah berdatangan ke lokasi seperti Hinca Panjaitan, Herman Ago, M Nigara dan Sabarudin Labamba. Tampak pula calon Ketua Umum, Djohar Arifin.

Kongres PSSI ini kali ini akan memilih Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI serta anggota Komite Eksekutif. Kongres akan dimulai pukul 14.00 WIB.
read more...

Wednesday, May 18, 2011

Kelompok 78 Ingin Unjuk Gigi di Kongres PSSI

Anggota Kelompok 78 mengatakan akan mematuhi ketentuan dari Komite Normalisasi. 


Meski Arifin Panigoro dan George Toisutta dilarang ikut bursa pencalonan, kelompok 78 akan tetap menghadiri Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, 20 Mei 2011. Kelompok ini ingin unjuk kekuatan di forum akbar itu.

"Kami akan ikut kongres. Tidak ada boikot dari kami apalagi kongres tandingan," tegas Juru Bicara Kelompok 78, Usman Fakaubun dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2011.

Untuk itu, lanjut Usman anggota Kelompok 78 akan mematuhi ketentuan dari Komite Normalisasi. Antara lain dengan memberikan konfirmasi kehadiran dan melampirkan delegasi yang akan menghadiri Kongres PSSI.

"Sore nanti, kami semuanya akan mengonfirmasi kehadiran," ujar Usman.

Usman menambahkan, dengan mengikuti Kongres PSSI, aspirasi kelompoknya justru akan lebih tersalurkan. Apalagi menurut Usman hingga saat ini kelompok 78 masih dihuni oleh mayoritas pemilik suara PSSI. Dengan kondisi ini, Usman yakin kelompoknya dapat mengendalikan jalannya Kongres.

"Para pemegang suara memiliki hak tertinggi dalam Kongres. Dan peserta Kongres penentu dalam Kongres," ujar Sekum Pengprov Papua itu.

Sementara itu, mengenai kekhawatiran akan potensi kisruh dan keterlibatan tentara dalam Kongres seperti yang terjadi pada Kongres Pekanbaru lalu, Usman menganggapnya terlalu berlebihan.
"Di Riau tidak ada huru-hara. Tentang isu adanya keterlibatan militer di sana, karena saat itu Kapolda setempat yang meminta bantuan TNI. Jadi bukan atas inisiatif TNI," pungkas Usman.

read more...

Soal Kongres PSSI, Arema Belum Tentukan Sikap

Arema merupakan salah satu pemilik suara PSSI. 


Juara bertahan Indonesia Super Liga (ISL), Arema Indonesia belum menentukan sikapnya terkait Kongres PSSI, 20 Mei 2011. Padahal Singo Edan adalah satu dari 101 pemilik suara pada rapat akbar tersebut.

"Belum ada sikap maupun kemana suara Arema nanti, sebab manajeman juga belum menyusun hal itu," kata Media Officer Arema, Sudarmadji kepada beberapa wartawan di Malang, Jawa Timur, Rabu, 18 Mei 2011.
    
Menurut Sudarmadji, Arema akan segera menggelar rapat koordinasi antara pengurus dan manajemen untuk membahas arah dukungan Arema pada Kongres  PSSI. Sedangkan mengenai wakil Arema di Kongres nanti, menurut sudarmadji akan diserahkan kepada Ketua Yayasan Arema Indonesia yakni Muhammad Nur.

"Yang mewakili Arema nanti yakni Ketua Yayasan Arema. Namun sebelumnya manajemen dan pengurus akan menggelar rapat di Jakarta yang rencananya akan dihadiri Presiden Kehormatan Arema, Rendra Kresna," ujarnya.

Kongres PSSI akan diselenggarakan pada 20 Mei 2011 di Hotel Sultan, Jakarta. Kongres mempunyai agenda besar, yakni pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2011-2015.

Kongres tersebut juga akan dihadiri dan diawasi oleh dua utusan dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) serta Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).
read more...

Monday, May 16, 2011

Redam Kegelisahan, Agum Kunjungi Timnas

Agum juga akan menenangkan dua klub Indonesia, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.

 
Konflik dan beda pendapat antara Komite Normalisasi dan Kelompok 78 jelang Kongres PSSI 20 Mei mendatang dinilai potensial menimbulkan kegelisahan bagi para pemain tim nasional sepakbola Indonesia ke SEA Games yang sedangKN menjalani Character Building Camp di Batu Jajar, Bandung.

Di benak para pemain, mungkin muncul rasa khawatir jika konflik akan menimbulkan jatuhnya sanksi dari FIFA. Alhasil, persiapan yang telah dilakukan akan sia-sia.

Oleh karena itu, rencananya, Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, besok Selasa 17 Mei 2011, akan mendatangi lokasi pemusatan latihan timnas SEA Games di Batujajar. "Kami tidak ingin mereka (timnas) gundah, kami ingin memberikan semangat," ujar Agum di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin 16 Mei 2011.

Selain meredam gelisah yang mungkin menyelimuti Timnas SEA Games, Agum juga mengaku akan menemui dan menenangkan dua klub Indonesia, Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura yang berlaga di AFC Cup. Agum optimis dengan terlaksananya Kongres dapat menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA.

"Pelaksanaan kongres merupakan perlindungan kepada Sriwijaya FC dan Persipura. Jangan sampai kita diberikan sanksi. Kalau kita kena sanksi, maka akan gugur (keikutsertaan dua klub tersebut)," ujarnya.
read more...

KN: Kongres Tetap, Gugatan ke CAS Urusan FIFA

Rencananya, pada 18 Mei, KN sudah menetapkan daftar pemegang hak suara.
 
 
 Ketua Komite Normalisasi (KN), Agum Gumelar mengapresiasi langkah Kelompok 78 yang mengajukan gugatan kepada CAS (Court of Arbitration Sport). Itu terkait keputusan FIFA menolak pencalonan kubu George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI.

"Itu sudah bagus. Saya setuju saja karena memang itu ada jalurnya," ujar Agum di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin 16 Mei 2011.

Anggota KN yang juga Plt Sekjen PSSI, Joko Driyono menambahkan, biasanya FIFA akan menaati apapun keputusan yang dikeluarkan oleh CAS. "FIFA tunduk kepada CAS. Dan KN sebagai perangkat FIFA, juga akan tunduk kepada CAS," ujar Joko.

Mengenai prediksi akan terjadinya Kongres ulang jika ternyata gugatan Kelompok 78 diterima oleh CAS setelah Kongres 20 Mei nanti telah memilih
Ketua Umum PSSI, Joko menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada FIFA.

"Tanya kepada FIFA. Apapun yang diputuskan FIFA, akan kita jalani. Kami enggan mengandai-andai hal tersebut," tambah Joko.

Joko mengungkapkan, Kongres PSSI tetap akan digelar pada 20 Mei mendatang. Rencananya, pada tanggal 18 Mei, KN sudah menetapkan daftar pemegang hak suara yang berhak mengikuti Kongres.

"Kami menunggu surat konfirmasi dari para pemilik suara hingga 18 Mei nanti yang selanjutnya akan kami plenokan untuk justifikasi," ujar Joko.

Oleh karenanya, Joko berharap beberapa Pengprov dan klub pemegang suara yang masih bersengketa secara internal dapat segera menyelesaikan permasalahannya sebelum 18 Mei 2011. "Sehingga nantinya tidak ada peserta yang mengirimkan delegasi ganda dalam Kongres," ujar Joko.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekisruhan yang mungkin terjadi dalam proses registrasi jelang Kongres nanti.
read more...